Medical Innovation

Metode Terbarukan Atasi Sel Kanker

Metode Terbarukan Atasi Sel Kanker

Allkes.com – Siapa yang tak kenal penyakit kanker? Ya, penyakit menakutkan ini merupakan penyebab kematikan terkemuka di dunia. Kematian yang menyerang baik laki-laki dan perempuan memberikan pengaruh sebesar 30% dari sebab-sebab berikut:

  1. Rokok
  2. Rendahnya asupan buah dan sayur
  3. Kegiatan fisik yang sedikit
  4. Konsumsi minuman beralkohol
  5. Kelebihan berat badan

Rokok merupakan resiko paling utama kanker. Memberikan porsi sebesar 22 persen penyebab kematian kanker dan 77 persen memberikan sumbangsih terbesar akibat kematian kanker paru-paru di seluruh dunia. Dan nilai tersebut akan terus meningkat, diperkirakan mencapai 13,1 persen kematian akibat kanker pada tahun 2030 di seluruh dunia.

Begitu dekatnya faktor-faktor penyebab kanker di kehidupan kita. Maka sepatutnya kita perlu mewaspadai diri terhadap asal muasal penyakit kanker. Adapun media interaksi dari kanker, akan kami kupas dibawah ini.

  1. Radiasi

Paparan radiasi sangat tidak baik bagi kesehatan tubuh. Muncul pertanyaan kemudian, darimana radiasi berasal? Radiasi dapat menyerang tubuh kita melalui kemoterapi, radio terapi, alat elektronik dan ledakan boms sehingga menyebabkan kanker.

  1. Bahan kimia

Kehidupan kita sehari-hari tidak pernah terlepas dari zat kimia. Baik itu berupa perlatan yang digunakan maupun udara yang sedang kita hirup sekarang. Bahan kimia yang reaktif akan memberikan dampak negatif pada kesehatan tubuh.

  1. Sinar matahari

Paparan sinar matahari yang mengandung ultraviolet tak baik jika terkena langsung pada tubuh. Selain menghitamkan kulit atau menimbulkan flek hitam, juga dapat mendatangkan bahaya kanker akibat radikal bebas.

  1. Stress

Stress memegang peranan penting pada kondisi mental seseorang. Tak khayal jika mental terus dalam kondisi tertekan akan berefek langsung pada kesehatan tubuh yang melemah sehingga pemicu penyebab penyakit kanker.

  1. Bakteri dan virus

Bakteri dan virus dapat menginfeksi tubuh, salah satunya penyakit kanker servik yang menyerang khusus pada wanita. Sebaiknya sebagai tindakan preventif, para wanita harus menjaga kebersihan organ tubuhnya dan meningkatkan kesehatan.

Yang sering terjadi dari beberapa faktor diatas adalah kombinasi dari faktor-faktor itu sendiri. Dengan demikian semakin mempercepat pertumbuhan kanker dalam tubuh. Kini, Sahabat Medtech.id telah mengetahui sebab sebab yang memicu penyakit kanker.  Anda pun perlu mengetahui indikasi sesorang telah menginap kanker atau gejala yang diberikan, sbegai berikut:

  1. Pembengkakan kelenjar getah bening
  2. Demam tinggi akibat sel darah yang tidak normal dan terus mengeluarkan keringat berlebih.
  3. Organ tubuh yang lain dapat mengalami disfungsional sela dalam tebuh dan timbul memar.

Organ tubuh tersebut, diantaranya penkreas membengkak, nyeri sendi sehingga mudah lelah akibat infesksi tubuh.

  1. Berat badan yang semakin menurun akibat serangan sel kanker.

Dahulu para klinisi melakukan pengobatan secara konvensional, yakni metode pembedahaan, kemoterapi dan radioterapi. Prof Peng Xiao chi, Ketua Departemen Onkologi Modern Hospital Guangzhou, dalam acara temu media di Guangzhou, China, mengatakan bahwa pengobatan untuk kaknker berbeda-beda, tergantung dari lokasi kanker.

Seiring jaman, pengobatan penyakit kanker terus melakukan inovasi dan berkembang pesat.  Berikut merupakan teknik pengobatan yang mana telah dilakukan di Modern Hospital Guangzhu, China:

 

  • Intra Arterial Intervension

 

Menurut Prof Peng, solusi dengan cara ini pertama yang dilakukan adalah menemukan pembuluh darah yang langsung menuju sel kanker. Selanjutnya dilakukan penyumbatan (embolisasi). Perlakukan ini bertujuan agar pembuluh darag tidak mendapat asupan nutrisi dan gizi sehingga secara perlahan akan mati. Metode seperti ini sering disebut lokal kemo.

 

  • Radiofrequency Ablation (RFA)

 

Menggunakan jarum radioaktif sebagai media untuk mengeluarkan elektroda yang memancarkan sinar tepat di jaringan kanker. Metode ini menggunakan panas sebagai inisiator yang mencapai 60-80oC.

 

  • Cryoablation

 

Mengadaptasi metode RFA dengan perlakuan suhu. Bedanya, bila RFA menggunakan suhu tinggi, Cryoablation merupakan metode bersuhu rendah. Metode ini cukup efektif karena sel kanker merespon dengan baik pada suhu rendah, suhu dapat mencapai -100oC. Sama halnya RFA, cryoablation menggunakan jarum sebagai media. Ukuran jarum mengikuti ukuran jaringan kanker. Uniknya, jarum ini berisikan bola es yang mampu membunuh sel kanker hanya dengan durasi sekitar 30 menit.

 

  • Penanaman Biji Radiopartikel

 

Pengobatan ini dilakukan dengan menanam alat yang menyerupai biji beras mungkin lebih kecil daripada itu. Didalamnya berisis elemen-elemen khusus radio partikel seperti yodium yang akan lepas untuk membunuh sel kanker. Untuk memasukkan di lokasi yang tepat dibutuhkan bantuan jarum. Biji radiopartikel dapat bekerja hebat di dua bulan pertama selanjutnya fungsi akan terus menerus berkurang hingga berjalan 6 bulan, kemudian biji radio tidak efektif lagi.

 

  • Terapi Gen

 

Salah satu faktor penyebab tumbuhnya sel kanker adalah bawaan dari gen yang secara turun menurun diwariskan. Contohnya saja, kanker nasofaring dan lidah akibat kekurangan gen P53. Melalui terapi gen, penderita akan diberikan tambahan gen.

 

  • Nanoteknologi

 

Pengobatan melalui metode ini tergolong teknologi terbaru. Pengobatan dengan metode ini telah diaplikasikan oleh negara-negara maju dan menunjukkan hasil positif. Sayangnya, belum berkembang ke seluruh negara. Metode pengobatan nanoteknologi atau sering kita mengenal dengan drug delivery cancer, memberikan keunggulan karena ukuran obat ini berskala nano. Diketahui pada penelitian baru baru ini, bahwa penyerapan obat lebih baik pada obat dengan ukuran nano. Metode ini memberikan efek signifikan dibandingkan dengan kemoterapi biasa. Bila menggunakan kemoterapi obat  mampu sampai ke jaringan kanker hanya 50 persen, tapi dengan nanoteknologi obat mampu diserap hingga mencapai 90 persen. Hal tersebut membawa dampak positif yakni pengurangan efek samping dan peningkatan efektifitas obat.(qb/ar)

 

Referensi tullisan: spesialiskanker.com, health.detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *