Info, Terbaru

Teknologi Meningkatkan Kualitas Tidur yang Lebih Baik

Allkes.com – Hingga kini, banyak sekali orang yang mengalami masalah ketidakteraturan waktu tidur. Apakah Sahabat Medtech.id termasuk kategori ini?  Kondisi ini sering dialami oleh para pekerja keras, orang lanjut usia dan kalian para Sahabat Medtech.id yang mungkin duduk di bangku perkuliahan dan sedang tahun terakhir. Seringkah kalian mengalami terbangun di tengah malam? Jika ketidakteraturan tidur terus menerus berlangsung, maka akan sangat mengganggu keseluruhan hidup Sahabat Medtech.id selanjutnya. Lantas berapa lama waktu tidur yang sehat?

Tidur adalah aktifitas alamiah yang dimiliki tiap orang. Tiap orang memiliki kebutuhan tidur yang berbeda-beda. Hampir dalam sehari, kita menghabiskan waktu tidur sebanyak sepertiga hidup harian. Tahukah Anda, tidur bukan hanya waktu yang Sahabat Medtech.id luangkan untuk mengstirahatkan tubuh akibat kelelahan bekerja, sekolah maupun aktifitas lainnya, namun tidur berhubungan dengan peningkatan kemampuan otak, kesehatan khususnya optimalisasi metabolisme tubuh. Dalam penelitian oleh Kripke beserta tim di California, Amerika Serikat menyebutkan bahwa tidur yang baik dan sehat adalah sekitar 7 jam sehari.

Lalu, apa yang Sahabat allkes.com bisa lakukan untuk memperbaiki kualitas tidur agar sesuai dengan waktu tidur ideal? Di Era yang super canggih kini, kita dapat bersahabat dengan teknologi untuk mengubah pola hidup kita. Berikut kami cuplikan panduan tidur optimal bersama teknologi.

  • Temukan masalahnya

Seringkali orang melakukan kesalahan dengan teknologi. Mereka bergegas membeli suatu perangkat baru yang dirasa mampu memperbaiki kualitas tidur mereka. Setiap perangkat tracker kesehatan memiliki fitur yang berbeda. Perlu diingat, bahwa merancang gaya optimalisasi waktu tidur Anda adalah terserah dan hak kalian. Maka Sahabat Medtech.id perlu menemukan masalah utama. Pecahkan masalah kalian, itu merupakan langkah pertama yang harus Anda pahami sendiri. Mulailah dari mengukur kualitas tidur, waktu luang, sehingga Anda mengetahui dan dapat mengatasi demi memperbaiki kualitas tidur lebih baik.

  • Mengukur kualitas tidur

Jika Sahabat Medtech.id telah menemukan masalah tidur yang Anda alami, selanjutnya bagaimana mengukur kualitas tidur? Caranya, buatlah sebuah spreadsheet Excel yang berisi aktifitas tidur perharinya. Berapa lama waktu tidur direkam dalam data ini. Namun jika dengan pendekatan ini masih membuat bimbang karena data masih “trial and error”. Maka waktunya kalian untuk mencari perangkat yang sesuai kebutuhan.

Terdapat suatu perangkat khusus berukuran kecil, Whitings Pulse. Alat ini menawarkan platform yang merinci data waktu tidur, seperti berapa banyak waktu yang diperlukan, berapa lama cahaya dan periode tidur yang nyenyak. Withing Pulsa memberikan tawaran dengan harga ekonomis sekitar 90 EUR.

Teknologi Meningkatkan Kualitas Tidur yang Lebih Baik

Adapun perangkat lain yang mendukung kualitas tidur Anda seperti Viatom Checkme and O2, Fitbit Surge and Pebble Time. Namun beberapa diantaranya tidak cukup bagus baik dalam mengukur kualitas tidur.

Sejauh ini, Aplikasi Tidur pada Android merupakan aplikasi terbaik. Ia dapat bekerja dengan berbagai jenis sensor. Aplikasi ini menyajikan pengukuran rinci dan dapat membangunkan Anda pada waktu yang tepat. Terdapat suatu sensor yang terhubung ke aplikasi ketika tidur.

Teknologi Meningkatkan Kualitas Tidur yang Lebih Baik

  • Meningkatkan Kualitas tidur

Baiklah, sekarang Sahabat Metech.id sudah menemukan cara memperbaiki kualitas tidur. Kita harus berlatih untuk tidak selalu bergantung teknologi. Eksperimen selanjutnya, susunlah daftar yang harus dan tidak boleh dilakukan sebelum tidur. Pertimbangkanlah dampak dan manfaatnya sebelum memutuskan. Seperti berlatih untuk tidak memeriksa smartphone sebelum tidur, atau hal hal lain yang dapat merusak kualitas tidur kalian.

Teknologi Meningkatkan Kualitas Tidur yang Lebih Baik

Bagaimana tips di atas? Jika Sahabat Medtech.id mengalami hal yang sama, susah tidur dan waktu tidur tidak teratur bahkan ketidaknyenyakan tidur, mulailah melakukan eksperimen diatas.(qb/ar)

Referensi tulisan: medicalfuturist.com, cnnindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *