Info, Terbaru, Today’s hot topics

Anemia Ataukah Talasemia?

Anemia Ataukah Talasemia

Allkes.com – Talasemia merupakan penyakit gangguan darah keturunan yang menyebabkan tubuh penderitanya tidak mampu memproduksi hemoglobin yang normal, sehingga umur hemoglobin lebih pendek dan menyebabkan penderitanya mengalami anemia. Talasemia yang sering ditemukan adalah talasemia α, yaitu kondisi hemoglobin yang tidak mampu memproduksi protein α dan talasemia β, yaitu kondisi hemoglobin yang tidak mampu memproduksi protein β. Umumnya talasemia α ditemukan di wilayah Afrika, Timur Tengah, India, Asia tenggara, Cina selatan dan beberapa wilayah Mediterania. Sedangkan talasemia β sering ditemukan pada keturunan mediteranian, seperti orang-orang Italia dan Yunani, serta ditemukan di wilayah Semenanjung Arab, Iran, Afrika, Asia Tenggara dan Cina selatan.

Talasemia α dibedakan menjadi 4 tipe bedasarkan gejalanya, yaitu karier talasemia α atau pembawa gen talasemia α, tetapi tidak menampakkan gejala. Kedua yaitu talasemia α sedang yang menunjukkan adanya gejala anemia ringan serupa anemia defisiensi besi. Ketiga adalah penyakit hemoglobin H dengan gejala anemia yang lebih berat dan memunculkan gangguan kesehatan seperti pembesaran limpa serta kelainan tulang. Dan yang terakhir adalah talasemia α mayor atau hydrops fetalis yang menyebabkan kematian pada bayi baru lahir.

Sedangkan talasemia β terbagi dalam 3 tipe, yaitu talasemia minor yang tidak menunjukkan gangguan kesehatan, meski kadang dapat ditemukan anemia ringan. Kedua yakni talasemia intermediet yang memunculkan masalah kesehatan, termasuk gejala kelainan tulang dan pembesaran limpa, dan yang terakhir adalah talasemia mayor yang menyebakan ketiadaan protein β, sehingga penderita harus rutin melakukan transfusi darah.       

Sebagai penyakit yang diturunkan, maka pencegahan terjadinya talasemia baik α maupun β adalah dengan deteksi dini. Diajurkan pemeriksaan dilakukan pada mereka dengan riwayat keluarga penderita talasemia, seseorang yang menderita anemia terus menerus, pasangan usia subur, dan ibu hamil. Pemeriksaan tersebut meliputi pemeriksaan darah lengkap. Terapi pada penderita talasemia umumnya dengan transfusi darah rutin sesuai anjuran dokter, disertai konsumsi obat untuk mencegah terjadinya penumpukan zat besi pada penderita. Meski terapi yang lebih baik adalah dengan melakukan pencakokan sumsum tulang dari pendonor, namun biaya yang mahal seringkali menjadi kendala.(mr/ar)

Sumber Pustaka: talasemia, thalassemia.org

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *