Medical Research, Terbaru

Alarm Dini Stroke dengan Endoskopi Berteknologi Laser

Alarm Dini Stroke dengan Endoskopi Berteknologi Laser

Allkes.com – Stroke dan serangan jantung sering menyerang pada penderita secara tiba-tiba dan tanpa peringatan sebelumnya. Padahal menurut laporan Wolrd Health Organization (WHO), serangan jantung dan penyakt seputar jantung menjadi pembunuh nomor satu di dunia. Tapi kini, telah diciptakan suatu kamera medis unik yang nantinya akan membantu kerja dokter dalam menganalisis dan deteksi awal pada siapa saja yang beresiko.  Seorang dokter dari Michigan telah berhasil mencipatakan kamera laser berteknologi Scanning Fiber Endoscope (SFE) sebagai perangkat pemberi alarm dini. Penciptaan perangkat ini berdasarkan hasil riset yang telah dipublikasikan dalam jurnal Nature Biomedical Engineering. Konsep baru dari platform pencitraan untuk aterosklerosis disambut baik dikalangan peneliti medis.

Luis Savastano, resident neurosurgeon dari Michigan Medicine mengatakan bahwa perangkat kamera ini mampu diaplikasikan dalam pembuluh darah. Melalui kamera ini, kita dapat melihat dengan resolusi sangat tinggi pada bagian permukaan pembuluh darah dan lesi, seperti adanya gumpalan plak yang berpotensi penyebab stroke. Teknologi ini mungkin mampu mendeteksi lesi dari “smoking gun” pada pasien yang tidak diketahui penyebab strokenya, atau pada kasus-kasus tertentu dimana pada mulanya tidak mengindikasikan apa-apa tapi lambat laun menimbulkan resiko stroke.

Pada mulanya Luis beserta rekan risetnya merancang suatu detektor dini untuk penyakit kanker melalui pencitraan sel kanker yang mampu terlihat jelas bila menggunakan endoskopi klinis. Namun, dengan tim profesor dari teknik mesin University of Washington, Eric Seibel, Ph.D, mereka malah menciptakan dan mengembangkan Scanning Fiber Endoscpe (SFE).

Teknologi kamera laser telah dinikmati oleh beberapa klinisi. Michigan Medicine misalnya mengaplikasikan instrumen ini dalam memperoleh gambar dengan kualitas tinggi pada daerah berpotensi stroke sehingga menyebabkan arteri karotid yang mungkin tidak akan terdeteksi bila menggunakan teknik radiologi konvensional. Peneliti lainnya juga menggunakan SFE dalam mengiluminasi jaringan dengan multiple laser beam dan rekonstruksi secara digital dengan gambar high-definition untuk menentukan tingkat keparahan dari aterosklerosis. Aterosklerosis sendiri adalah kondisi penyempitan dan pengerasan di dalam pembuluh darah arteri akibat pengendapan kolesterol dan zat-zat lemak lainnya. Serta SFE juga bermanfaat sebagai tindakan preventif.

Seibel menambahkan bahwa selain dapat menemukan penyebab stroke, endoskopi juga dapat membantu ahli bedah saraf saat terapi intervensi dalam ketepatan peletakan stent, pelepasan obat dan biomaterial serta membantu saat prosedur operasi. SFE dilingkapi indikator fluoresensi yang mampu menunjukkan daerah potensi stroke dan serangan jantung di kemudian hari.

Kemampuan untuk mengidentifikasi dan memonitor jaringan tertentu yang telah terbentuk plak non stabil dan berisiko ruptur memungkinkan deteksi dini pada individu sebelum berisiko lebih lanjut. Karena itu, instrumen ini sangat menguntungkan dalam usaha pencegahan selama tahap asimtomatik.” papar B. Gregory Thompson, MD, profesor bedah saraf di University of Michigan Medical School dan penulis senior.

“Selain itu, data spesifik plak dapat membantu dokter untuk memodulasikan intensitas pengobatan aterosklerosis, yang mana saat ini masih berdasarkan sistem surogasi,  seperti kadar kolesterol dan gula darah dan penyakit turunan kardiovaskular seperti stroke atau infark miokard.” Semua penelitian ini masih tahap pengujian pra-klinis.(qb/ar)

Referensi: uofmhealth.org, medicalxpress.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *