Medical Innovation, Terbaru

Pemetaan Aritmia Jantung Oleh EnSite Precision™

Pemetaan Aritmia Jantung Oleh EnSite Precision™

Allkes.com – EnSite Precision merupakan sistem pemetaan jantung yang dirancang untuk membantu memetakan kasus aritmia jantung bahkan yang paling kompleks melalui otomatisasi, fleksibilitas dan ketepatan tingkat tinggi, dengan waktu pemetaan lebih singkat. Melalui sistem otomatis EnSite Precision pemilihan prosedur untuk mengatasi aritmia dapat disesuaikan dengan keadaan masing-masing kasus. Kombinasi dari sistem pemetaan impedansi dan magnetik yang dapat meningkatkan navigasi serta pembuatan model dapat menunjang peningkatan ketepatan pemetaan pada tiap-tiap pasien.

Aritmia jantung dapat terjadi oleh adanya korslet pada sistem elektrik ritme jantung. Gejala dari aritmia dapat terjadi secara acak, dan kadang tidak terdeteksi dalam diagnosis. Sehingga, secara tidak sadar seringkali pasien dengan aritmia jantung tidak mendapatkan perawatan yang sesuai. Bahkan bagi para pakar jantung dengan pengalaman dan keahliannya dalam mendiagnosis masih membutuhkan bantuan kemajuan teknologi untuk dapat mendiagnosis aritmia jantung secara akurat. Ditemukannya electrophysiology study (EP study) telah membantu para ahli dalam memetakan lokasi terjadinya aritmia jantung. Namun dalam pemilihan prosedur, EP study masih belum memberikan solusi.

Di Amerika, EnSite Precision telah memperoleh ijin dari FDA untuk memetakan jaringan parut pada jantung dengan tepat dalam upaya memperbaiki detak jantung yang tidak normal pada atrial fibrilation. Dengan memanfaatkan EnSite Precision memungkinkan para ahli untuk memilih antara pemetaan kontak atau nonkontak, meningkatkan akurasi model dengan mengurangi efek tenting saat membuat model dengan kateter ablasi, serta meminimalkan variasi amplitudo tegangan selama pemetaan dengan EnSite™ contact force module, mempercapat real time pengukuran gaya kontak menggunakan TactiCath™ Quartz contact force ablation catheter, dan modul EnSite Automap dengan OneModel and OneMap pada satu sistem, mempercepat hingga 54% real-time kreasi model. (mr/ar)       

Sumber Pustaka: sjm.combumrungrad.comstartribune.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *