Medical Innovation, Terbaru

Kenali Obstructive Sleep Apnea melalui Aplikasi

Kenali Obstructive Sleep Apnea melalui Aplikasi

Allkes.com – Apakah Anda termasuk wanita karir, pekerja keras atau bahkan mahasiswa semester akhir yang hari-harinya disibukkan dengan segudang aktivitas? Terkadang pada orang yang memiliki aktivitas padat di siang harinya akan merasa kelelahan pada tubuh. Kelelahan ini bisa berdampak pada gangguan tidur, sehingga Anda akan seringkali terbangun di tengah malam baik sadar maupun setengah sadar. Bila gejala ini yang Anda alami, maka Anda berpotensi mengalami Obtructive Sleep Apnea (OSA). OSA adalah gangguan pernapasan karena dinding tenggorokan yang rileks dan menyempit ketika kita sedang tidur.

Kenali Obstructive Sleep Apnea melalui Aplikasi

greaterpatchoguedaily.com

Namun tak perlu risau jika Anda mengalami ini, studi para peneliti di Universitas Ben-Gurion, Israel, telah menghasilkan suatu platform sebagai solusi OSA. Mereka telah mengembangkan sistem berbasis smartphone yang berfungsi mengevaluasi OSA pasien. Tak hanya itu aplikasi ini juga dapat merekam aktivitas tidur dan bangun pasien, serta menganalisis bagaimana rasa kantuk mulai menyerang pasien.

Cara kerja aplikasi ini sangat unik, kenapa disebut unik? Karena data input yang dianalisis berasal dari suara dengkuran, batuk maupun mengi (suara asma) dari penderita. Perangkat lunak ini menggunakan mikrofon smartphone untuk mendengarkan suara yang dihasilkan oleh penderita yang sedang tidur.

Saat mengalami gejala ini, penderita akan terbangun di malam hari. Fenomena terbangun ini akibat otak kekurangan oksigen sehingga membangunkan penderita dengan tujuan membuka kembali saluran pernapasan sehingga dapat bernapas kembali. Tentu hal ini mengganggu kualitas tidur Anda bukan? Teknologi ini hadir dengan membawa harapan untuk dapat menjadi opsi dari polisomnografi tradisional (perekaman fungsi tubuh saat tidur secara tradisional). Karena pengembangan aplikasi ini dirancang untuk memudahkan dan terjangkau secara ekonomis.

Untuk meyakinkan bahwa aplikasi ini dapat bekerja dengan akurat, para peneliti melakukan serangkaian evaluasi. Evaluasi penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui keoptimalan aplikasi yang mereka ciptakan. Dengan melibatkan melibatkan 350 subyek, mereka memperoleh kesuksesan besar. Penemuan mereka mampu menjawab bahwa dibandingkan dengan polisomnografi tradisional, aplikasi smartphone ini lebih akurat dalam mengidentifikasi peristiwa tidur dan mengevaluasi Obtructive Sleep Apnea serta aktivitas bangun-tidur pasien. Jadi, tidak ada lagi yang dapat mengurangi kualitas tidur Anda. Tubuh kembali segar dan aktifitas pun berjalan sempurna. (qb/ar)

Referensi tulisan: medgadget.com,  greaterpatchoguedaily.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *