Medical Innovation, Terbaru

Teknologi Mata Bionik Argus II,  Harapan Baru Bagi Tuna Netra

Teknologi Mata Bionik Argus II,  Harapan Baru Bagi Tuna Netra

Allkes.com – Peribahasa mengatakan mata adalah jendela dunia. Bayangkan jika salah satu mata kita tidak bekerja sempurna. Hanya kegelapan yang kita rasakan. Lalu bagaimana nasib saudara kita yang tuna netra? Mimpi untuk melihat indahnya dunia kini bukan isapan jempol belaka. Melalui teknologi Argus II, suatu kemajuan teknologi yang memberikan harapan baru bagi penyandang tuna netra.

Argus II pantas mendapat julukan “Second Sight”. Walau sebenarnya teknologi ini tidak langsung mengembalikan fungsi mata, namun teknologi ini sangat membantu bagi penderita tuna netra untuk membedakan terang dan gelap. Pada tahun 2002 silam, Argus seri pertama telah diperkenalkan pertama kali, dengan pengembangan teknologi dengan menampilkan inovasi terbaru muncullah Argus II. Perangkat ini terdiri atas susunan sensor yang diletakkan di dalam mata serta kacamata khusus yang harus dipakai setiap saat.

Prinsip kerja perangkat ini menggantikan fungsi retina pada mata. Sel-sel yang terdapat pada retina berfungsi menangkap cahaya (photoreceptor) dinamakan sebagai sel batang dan sel kerucut. Dalam kasus kebutaan dinamakan retinitis pigmentosa, photoreceptor di retina tidak lagi mampu bekerja sesuai fungsinya. Beruntunglah pengembangan mata bionik yang membantu memberikan secerca harapan pada penyandang tuna netra.

Pada Argus II, antena ditanam di retina. Kamera yang dipasang di kacamata pasien mampu menangkap cahaya di sekitar penderita tuna netra, selanjutnya sinyal tersebut diterjemahkan menjadi impulse elektrik yang diteruskan melalui Wi-Fi ke receiver di mata dalam hal ini antena yang telah dipasang dalam retina penderita. Informasi ini kemudian ditransfer ke otak sehingga pasien bisa menerjemahkan impluse tersebut sebagai cahaya yang dapat dilihat penderita.

Disisi lain, terdapat para penderita tuna netra yang mengalami sejak sejak lahir, maka  agar mampu menerjemahkan impulse berupa informasi, seperti membaca huruf, angka dan tanda, masih diperlukan training khusus. Training dimaksudkan untuk memfasilitasi para tuna netra agar dapat beradaptasi lebh baik dengan teknologi Argus II. Walalu alat ini tidak memberikan kemampuan penglihatan yang menyeluruh, namun hadirnya teknologi ini menjadi awal yang menjanjikan sebagai solusi penglihatan penyandang tuna netra.

Mata bionik besutan Second Sight Medical Products California ini secara bersamaan mendapatkan ijin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) setelah keberhasilannya mengobati penderita retinitis pigmentosa, kondisi di mana fotoreseptor sel yang menangkap cahaya rusak. Saat ini Argus II telah lulus uji klinis pada pasien dan telah dipasarkan secara legal. Pengembang dari Argus II terus melakukan inovasi seperti jenis cahaya yang ditampilkan dan objek yang ingin dilihat guna mengoptimalkan fungsi kerja mata kembali.(qb/ar)

Referensi tulisan: viva.co.idgakken-idn.idtekno.liputan6.com, kumparan.com, secondsight.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *