Medical Research, Terbaru

Hipertensi The Silent Killer, Bagaimana Cara Menghentikannya?

Hipertensi The Silent Killer, Bagaimana Cara Menghentikannya?

Allkes.com – Tahukah sahabat MedTech.id bahwa hipertensi adalah salah satu penyakit yang disebut sebagai The Silent Killer? Hipertensi tidak menimbulkan gejala, sehingga seringkali terlambat untuk dideteksi. Hipertensi merupakan keadaan saat tekanan darah sistolik lebih tinggi dari 140 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg. Tekanan darah sendiri merupakan gaya yang diberikan oleh darah terhadap dinding pembuluh darah yang besarnya tergantung pada curah jantung dan resistensi pembuluh darah. Pengukuran tekanan darah di klinik dilakukan dengan sphygmomanometer atau tensimeter. Tekanan udara pada manset akan menghentikan denyutan arteri hingga diperoleh sistole, sedangkan saat tekanan tersebut dilepaskan denyut arteri kembali dan diperoleh diastole.

Tekanan darah normal menurut National Institutes of Health (NIH), tidak lebih dari 120 mmHg untuk sistoliknya dan 80 mmHg untuk diastoliknya. Sesungguhnya tekanan darah bersifat fluktuatif, misalnya tekanan darah saat tidur lebih rendah dari tekanan darah saat beraktivitas, sehingga disarankan untuk mengukur tekanan darah beberapa saat setelah beraktivitas.

Peningkatan usia merupakan salah satu faktor terjadinya hipertensi, karena terjadinya kekakuan pembuluh darah dan adanya plak yang mempersempit pembuluh darah. Selain usia, faktor umum lainnya yang dapat mempengaruhi terjadinya hipertensi adalah gaya hidup, obesitas, ras, jenis kelamin, riwayat penyakit keluarga dan stress. Hipertensi juga dapat dipengaruhi oleh penyakit lain, misalnya penyakit ginjal kronis atau tumor kelenjar adrenal. Untuk mencegah dan menanggulangi hipertensi dapat dilakukan dengan menjaga berat badan ideal, berolahraga teratur setidaknya 30 menit setiap hari, konsumsi buah, sayur dan susu rendah lemak, mengurangi asupan garam, menghindari konsumsi alkohol, berhenti merokok, membatasi konsumsi kafein, menurunkan stress dan mengunjungi dokter secara rutin.(mr/ar)  

Sumber Pustaka: pusdatin.kemkes.go.idmedicalnewstoday.commayoclinic.org

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *