Medical Research, Terbaru

Kolaborasi Breath Analyzer Dan Teknologi AI Mampu Diagnosis 17 Penyakit

Kolaborasi Breath Analyzer Dan Teknologi AI Mampu Diagnosis 17 Penyakit

Medtech.id – Sebelum laboratorium medis modern tersedia, dokter menentukan diagnosis penyakit dengan meminta pasiennya menghembuskan napas. Napas mengandung informasi tentang kesehatan kita dalam bentuk molekul yang keberadaan dan konsentrasinya dapat berfungsi sebagai biomarker dari penyakit. Sejak 400 SM, Hippocrates mengatakan pada murid-muridnya untuk mencium napas pasiennya dalam mencari petunjuk dari penyakit, misalnya pada diabetes akan muncul seperti bau manis. Perkembangan zaman, telah membuat beberapa tim ilmuan mengembangkan analisis napas secara eksperimental, namun masih pada satu jenis penyakit, kanker misalnya. Sehingga, mendapatkan breath analyzer yang mampu membedakan berbagai penyakit adalah tujuan para tim peneliti selanjutnya.

Dalam jurnal ACS Nano pada bulan Desember 2016, Professor Hossam Haick, salah satu anggota tim penelitian kolaborasi 14 departemen klinis seluruh dunia mengatakan, bahwa para peneliti telah menguji kemampuan teknologi cerdas berbasis nano untuk mendeteksi dan mengklasifikasikan beberapa penyakit dengan analisis dari hembusan napas. Sampel diperoleh dari 1.404 subyek, baik yang masuk dalam kontrol sehat, maupun yang memiliki salah satu dari 17 penyakit berbeda, ternyata menghasilkan akurasi sebesar 86 persen.

Perangkat tersebut terdiri dari array dengan sensor berbasis nanopartikel emas dan berbasis jaringan acak dari nanotube berdinding tunggal yang berfungsi serupa indera penciuman mamalia. Sensor ini menganalisis secara semi selektif terhadap target molekul volatil hembusan napas, dan dengan teknologi software AI (artificial general intelegent) dapat diciptakan pola unik terkait kondisi dengan masing-masing penyakit, diantaranya pada sejumlah kaker, penyakit Crohn, Parkinson, preeklamsia dan hipertensi pulmonal. Menurut profesor Haick, bila pengembangan breath analyzer ini mencapai pada teknologi portabel, maka dapat menjadi peralatan dianosis dini yang sangat berguna di lapangan. (mr/ar)

Sumber Pustaka: digitaltrends.commedgadget.comacs.org

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *